Terpaksa ke Tanah Lot Saat Libur Panjang

Tanah Lot dari kejauhan

Setelah beres dengan pekerjaan dan check out dari jatah hotel bintang 4 yang disediakan kantor. Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan menginap di salah satu hostel yang ada di daerah Kuta.

Rencana Dadakan ke Tanah Lot

Setelah mendapat kunci kamar dan menyimpan barang-barang di kamar. Saya langsung kembali lagi ke resepsionis untuk menyewa motor. Setelah kunci motor didapat, saya mengendarai motor untuk berkeliling Kuta dan mencari SPBU. Baru sekitar pukul 15.00 WITA saya menuju Tanah Lot yang jaraknya kurang lebih 25 KM dari Kuta.

Sebetulnya tujuan awal ketika menyewa motor adalah Danau Bratan yang terkenal dengan Pura Ulun Danu Bratannya. Tapi karena tempatnya terlalu jauh dan saat itu sudah mulai agak sore, akhirnya rencana berubah menuju ke Tanah Lot.

Dengan bantuan aplikasi Google Map, perjalanan menuju Tanah Lot saya tempuh kurang lebih selama 1 jam. Selama perjalanan saya melewati banyak perkampungan dan pemandangan sawah terasering khas persawahan di daerah perbukitan.

Sawah Terasering khas perbukitan
Sawah Terasering khas perbukitan

Sebetulnya kondisi jalan dari Kuta hingga ke Tanah Lot cukup baik dan mulus, hanya beberapa titik saja yang sedikit bergelombang. Lebar jalan kabanyakan hanya untuk 2 jalur berlawanan arah. Hanya di jalan bypass yang memiliki jalan lebih lebar. Namun terkadang arus kendaraan tersendat saat di persimpangan karena saking banyaknya pengguna kendaraan.

Tanah Lot Dipenuhi Wisatawan

Singkat cerita saya sudah tiba di Tanah Lot dan langsung menuju ke dua pura yang terletak di atas batu. Di sepanjang jalan saat menuju lokasi pura banyak sekali penjual makanan dan oleh-oleh. Mulai dari aksesoris hingga kaos khas Bali.

Tiba di gapura masuk, pemandangan yang terlihat adalah Samudera Hindia yang begitu luasnya.

Sebetulnya Pura Tanah Lot itu bukanlah Pura yang berada di tengah laut. Lokasinya masih disekitaran pantai, namun terletak di atas batu besar yang menjadikannya seperti diatas laut. Nah, di atas batu tersebut terdapat Pura yang mirip dengan yang ada di Uluwatu, sedangkan Pura satunya terdapat di sekitaran bongkahan batu di bagian bawah.

Saat saya berkunjung, kondisi Pura Tanah Lot cukup ramai pengunjung. Mayoritas pengunjung adalah wisatawan Indonesia, dan ada beberapa wisatawan mancanegara. Jadinya saya urungkan niat saya untuk mendekat ke arah pura dan hanya memfoto Pura dari kejauhan.

Pura Tanah Lot dari kejauhan
Pura Tanah Lot dari kejauhan

Mungkin karena waktu itu adalah libur panjang Tahun baru Imlek, jadinya pengunjung menjadi membludak.

Karena tujuan utama saya kesini hanya ingin hunting foto dan sekedar mengetahui lokasi Tanah Lot, jadinya tak banyak yang saya lakukan.

Gapura Tanah Lot
Gapura Tanah Lot
Tanah Lot dipenuhi wisatawan
Tanah Lot dari kejauhan
Tanah Lot dari kejauhan

Mungkin ada sedikit tips ketika kamu ingin mengunjungi Daya Tarik Wisata Tanah Lot ini, seperti:

  • Sebisa mungkin menghindari mengunjungi Tanah Lot ketika musim libur panjang. Tips ini tidak berlaku kalau kalian memang suka suasana ramai saat di tempat wisata, kalau saya sih mending sepi hehe.
  • Waktu terbaik mengunjungi Tanah Lot adalah saat terbenamnya matahari (sunset). Apalagi saat cuacanya cukup cerah. Pasti bakalan nggak terlupakan pemandangannya. Tapi sejujurnya saya juga belum pernah berkunjung Tanah Lot saat cuaca cerah apalagi waktu sunset, kan ini kunjungan perdana saya.
  • Di sepanjang jalan menuju Pura Tanah Lot banyak penjual makanan dan oleh-oleh, ya kalau pengen beli silahkan. Kalau saya sih belum sempet beli apapun waktu itu, jadi belum tau mahal atau murahnya.

Udahlah itu aja ya, intinya postingan ini sebenernya pengen share foto aja kok hehe, Jaa Mata!!.

14 Komentar

  1. mawar merah Balas

    syaratnya apa aja y buat nyewa sewa motornya?

  2. Hans Balas

    Dari awal udah mikir pasti bakal “bocor” banget fotonya, wkwkwk.
    Saya aja waktu kesana disaat tidak libur panjang sudah rame, apalagi disaat libur panjang.
    Udah kayak semut pasti ya 😀

  3. liana Balas

    ini juga samanya ya mas, ruamenya kebangetan >.<
    berasa kebanjiran manusia di pantai itu haha

  4. Tuteh Balas

    Tuuuh kan jadi iri saya baca pos-nya. Asyik sekali perjalanan dengan motor, nggak akan kerasa apabila pemandangan sepanjang jalannya macam begitu … whuaaaaaaaaaaaaaaaaa …

    • Fajar Rois PenulisBalas

      hehehehehhe…jadi malu..
      iya mbak tapi ya gitu musti hati-hati karena rata-rat jalannya kecil dan padat..

  5. Himawan Sant Balas

    Mantap …, tumpah ruah kayak dawet pengunjungnya …, hahaha 😅
    Kalo terlalu crowded juga ngga asik, ya …, mau bikin foto lokasi juga jadi kebingungan nentuin angle yang pas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *