Chinese Garden, Alternatif Tempat Berlibur Gratis di Singapura

Chinese Garden Singapore

Berwisata ke suatu tempat baru merupakan hal yang cukup menyenangkan. Terlebih jika tempat wisata yang dikunjungi tidak mematok tiket masuk alias gratis. Nah, di Singapura sebetulnya ada beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi tanpa memikirkan biaya tiket masuk. Mulai dari yang paling mainstreem Merlion Park, Garden by The Bay, Universal Studio Singapore (Bola Dunianya) dan masih banyak lagi yang lainnya.

Salah satu tempat menarik dan tentunya bebas tiket masuk adalah Chinese Garden. Sesuai dengan namanya, taman/kebun ini memiliki desain yang mengikuti gaya perkebunan dan arsitektur khas kebudayaan Tionghoa.

O iya, terima kasih sebelumnya untuk mas Alid yang sudah mengajak berkeliling ke tempat ini, hehe.

Lokasi Chinese Garden

Taman ini terletak disalah satu pulau yang ada di danau Jurong (Jurong Lake) yang berada di daerah Jurong East, Singapura. Danau dengan luas kurang lebih 70 hektar ini merupakan tempat penampungan air terbesar yang ada di bagian barat Singapura.

Chinese Garden Singapore
Tea House Pavilion Chinese Garden Singapore

Selain Chinese Garden, di danau Jurong ini juga terdapat 1 pulau yang terhubung dan berada tepat disamping Chinese Garden yaitu Japanese Garden. Sayangnya, waktu itu kami hanya mengunjungi Chinese Garden dan tak sempat mengunjungi Japanese Garden.

Cara termudah untuk menuju taman ini adalah menggunakan MRT. Selain lebih cepat, kamu bisa langsung turun di stasiun Chinese Garden (kode stasiun EW25) dan hanya perlu berjalan kurang lebih 300 meter hingga pintu masuk bagian belakang Chinese Garden.

Ada apa di Chinese Garden?

Bangunan pertama yang terlihat ketika memasuki tempat ini adalah sebuah pagoda yang cukup tinggi, kalau tidak salah pagoda ini bernama 7 Storey Pagoda. Pagoda ini terletak di dekat pintu masuk belakang Chinese Garden dan dibangun diatas bukit buatan. Karena lumayan tinggi bangunan ini sudah dapat terlihat dari kejauhan. Sayangnya, waktu itu kami tak menyempatkan masuk dan naik ke atas pagoda itu.

7 Storey Pagoda Chinese Garden

Chinese Garden Singapura
7 Storey Pagoda, Chinese Garden Singapura

Dari 7 Storey Pagoda kami menuju Twin Pagoda yang terletak ditepian pulau. Dari namanya sudah jelas bahwa pagoda ini twin alias kembar. Sama halnya di pagoda sebelumnya, di Twin Pagoda kami hanya berfoto saja dan tidak masuk ke bagian dalamnya.

"Twin

Selain beberapa pagoda, di Chinese Garden juga terdapat sebuah museum, yakni The Live Turtle and Turtuoise Museum. Di museum ini terdapat sekitar 500 ekor kura-kura dan penyu dari 40 spesies yang berbeda. Museum ini mendapatkan rekor dunia sebagai museum dengan koleksi kura-kura dan penyu terbanyak di dunia.

Kabarnya museum ini akan dipindahkan lokasinya menyusul akan dikembangkannya wilayah di sekitaran Jurong Lake ini. O iya, khusus untuk memasuki museum kamu harus mengeluarkan uang untuk membeli tiket masuknya.

The Live Turtle and Turtuoise Museum
The Live Turtle and Turtuoise Museum

Bonsai Garden

Pintu masuk Bonsai Garden

Dari The Live Turtle and Turtuoise Museum, kami kembali melanjutkan perjalanan melewati Tea House Pavilion menuju Bonsai Garden. Lokasinya masih di Chinese Garden, namun bangunannya terlihat sedikit lebih mirip dengan bangunan Jepang dengan menggunakan warna yang tidak mencolok.

Bonsai Garden Chinese Garden
Bonsai Garden di Chinese Garden

Tak banyak yang bisa kami lakukan saat masuk kedalam Bonsai Garden. Namun, yang membuat saya kagum adalah banyaknya koleksi pohon bonsai yang usianya lebih tua dari usia saya.

"Bonsai

Dari Bonsai Garden kami menuju Garden of Abundance. Ditempat ini ada berbagai patung yang menggambarkan tentang 12 Shio dan dilengkapi beberapa penjelasan singkat di setiap patungnya.

Salah satu patung Shio di Garden of Abundance

Karena hari semakin siang akhirnya kami memutuskan untuk kembali menuju stasiun MRT dan melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.

Oke mungkin itu aja tulisan kali ini, selamat berlibur. Sekian~~

***

Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan ketika ingin berkunjung ke tempat ini, seperti:

  • Lokasinya cukup jauh dari pusat kota Singapura. Jadi jangan cari mall atau semacamnya ditempat ini, hehe.
  • Sebaiknya mengunjungi Chinese Garden pada pagi atau sore hari. Karena pada saat siang hari tempat ini cukup panas dan terik. Dan kalaupun harus siang hari saya sarankan untuk menggunakan penutup kepala (topi), sunglasses, dan sun block (tabir surya) demi kesehatan kulit, hehe.
  • Bawa makanan dan minuman, karena di area taman ini saya tidak bertemu dengan penjual minuman keliling seperti di kawasan Monas, hehe. Saya hanya menemui sebuah warung yang menjual minuman didekat pintu masuk belakang. Tapi tenang, sebetulnya di stasiun Chinese Garden juga ada supermarket kecil kok,.
  • Chinese Garden lebih cocok digunakan sebagai tempat mencari suasana yang tenang, atau mungkin buat kamu yang mau mengurangi lemak dengan lari siang, hehe. Jika kamu mencari tempat wisata yang atraktif kayaknya nggak cocok ke tempat ini, mungkin.

 

 

 

 

6 Komentar

  1. Haryadi Yansyah | Omnduut Balas

    Masih nyesel nih aku gak sempat naik ke pagodanya. Abisnya kaki udah gempor rasanya dan mau pindah lokasi ke tempat lain. Next time mesti balik lagi ke sana 🙂

  2. Elisabeth Murni Balas

    Wah rumput ijonya menarik buat glundang-glundung. Saya selalu suka dengan taman-taman gini, rasanya langsung pengen lari-lari macam di film India hihihihi.

    • Fajar Rois PenulisBalas

      hahahha malu mbak kalo glundang-glundung disitu,,wkwk soalnya banyak orang, org Indonesia juga banyak hehe

  3. Tuteh Balas

    Asyik banget jalan-jalan ke Chinese Garden, pengalaman seru, pastinya, apalagi lihat pagoda-pagodannya. Cuma sayang ya nggak bisa masuk di 7 Storey Pagoda. Tingginya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *