Secuil Kisah Transportasi Semarang

Hay blogger dan pembaca roiz.web.id sekalian, bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga sehat selalu ya, Amin.

Nah sekarang saya sedang berada di Ibukota Provinsi Jawa Tengah nih, iya betul sekali saat ini saya berada di Semarang, Jawa Tengah. Sebelum membahas lebih jauh mengenai sistem transportasinya sudah pada tau belum di Semarang terdapat tempat yang mirip sekali dengan kota tua yang ada di Jakarta? Betul sekali, kota Semarang juga memiliki kota tua yang biasa disebut masyarakatnya dengan istilah β€œKota Lama”.

Gereja Blenduk Salah satu bangunan di Kota Lama
Salah satu bangunan di Kota Lama

Saat saya berkunjung ke Kota lama saya merasa sedang berada di kota tua jakarta karena kota lama ini memiliki kemiripan desain bangunan dengan yang ada di Jakarta tersebut, seperti bangunan-bangunannya yang bergaya klasik jaman dahulu yang dilengkapi dengan pintu dan jendela yang begitu besar dan tinggi. Dari kota lama tersebut sudah membuktikan bahwa Semarang sudah menjadi kota yang cukup besar pada masanya dulu hingga saat ini.

Oh iya membahas mengenai transportasi dan letaknya Kota Semarang ini terletak ditengah-tengah pulau jawa, menjadikannya kota yang strategis sebagai tempat lalu lalang berbagai aktifitas dari Jakarta ke Surabaya atau sebaliknya yang melewati  pantai utara Jawa. Aktifitas tersebut tentunya membutuhkan alat transportasi yang memadai mulai dari angkutan darat, perkeretaapian, maupun angkutan non darat lainnya.

Tengah Pulau Jawa
letaknya  tepat di tengah pulau jawa sebelah utara

Salah satu alat transportasi andalan masyarakat Kota Semarang adalah BRT (Bus Rapid Transit) dimana alat transportasi ini mirip dengan yang ada di Ibukota Jakarta, tetapi alat transportasi dengan sebutan Trans Semarang ini tidak memiliki jalan/jalur sendiri seperti halnya yang ada di Jakarta. Nah, BRT ini merupakan alat transportasi yang lumayan terjangkau, dengan mengeluarkan uang sebesar RP3500 saja, saya sudah bisa berkeliling Kota Semarang kemanapun tujuannya.

BRT ini sudah terintegrasi dengan berbagai fasilitas publik seperti stasiun, terminal dan tempat-tempat umum lainnya, jadi jangan kuatir mengenai biaya transportasi jika ada di Semarang ya.
Selain BRT tentunya ada lagi transportasi yang dapat digunakan untuk berkeliling atau pergi ke kota tetangga, seperti tersedianya angkutan kereta api yang dapat digunakan untuk menuju ke kota-kota di sekitaran Semarang, seperti Tegal, Pekalongan, Solo, Hingga Bojonegoro.

Nah, saya pernah mencoba salah satu kereta api yang melayani rute dari Stasiun Semarang Poncol hingga Stasiun Purwosari Solo, Kereta Api Kalijaga namanya, kereta api ini beroperasi sejak tahun 2014. Sayangnya kereta api Kalijaga hanya berangkat dari semarang pada pukul 8.45 saja dan selanjutnya akan melayani rute Purwosari-Semarang Poncol pada keesokan harinya pada pukul 5.45 pagi. Dari kurangnya frekuensi perjalanan tersebut menjadikan kereta api ini kurang diketahui oleh sebagian besar masyarakat Semarang maupun Solo.

O iya sebelumnya kenapa saya lebih memilih kereta api dari pada naik bus atau transportasi lain yang melayani rute Semarang-Solo. Nah salah satu alasan terkuat saya adalah masalah tarif, dimana dengan menggunakan kereta api kalijaga, saya hanya membutuhkan uang sebesar RP10.000 saja untuk mencapai Stasiun Purwosari, berbeda jauh dengan menggunakan armada bus yang tarifnya sebesar RP25.000 untuk menuju Terminal Tirtonadi Solo.

rute KA Kalijaga
garis kuning, rute KA Kalijaga

Kereta api Kalijaga ini melewati rute kearah timur terlebih dahulu menuju stasiun Gundih tepatnya di daerah Grobogan yang selanjutnya berjalan kearah selatan hingga tujuan terakhirnya yakni stasiun Purwosari. Jadi, bagi kamu yang ingin pergi ke daerah selatan Semarang seperti Ungaran, Salatiga dan Boyolali disarankan untuk menggunakan angkutan bus saja.

Blora Jaya ekspres dengan rangkain KRDI
Blora Jaya ekspres dengan rangkain KRDI

Selain KA Kalijaga, saya juga menemukan berbagai kereta api lain yang melayani rute yang berbeda-beda, seperti kereta api Kaligung yang melayani rute Semarang-Tegal, kemudian ada juga kereta api Blora Jaya Ekspres yang melayani rute Semarang-Cepu-Bojonegoro dan masih banyak kereta api lainnya yang berhenti di stasiun Semarang Poncol dan Semarang Tawang.

Mungkin hanya itu saja secuil kisah saya yang baru menginjakkan kaki di Semarang dan merasakan jasa transportasi yang tersedia di kota ATLAS ini.

21 Komentar

  1. DoNurdians Balas

    Wih perjalanan yang menarik. yang paling seru di semarang adalah simpang 5 nya.

    makasih sharenya

    • Fajar Rois Ardiansyah Balas

      nah betul sekali gan..saya kemarin sempat main di simpang lima, memang diwaktu siang hari yang nampak hanya lapangan dengan rumput yang hijau, tetapi waktu malam hari suasana langsung berubah menjadi ramai..seru πŸ™‚

    • Fajar Rois Ardiansyah Balas

      betul mas Ali shodiqin…kalo malam simpang lima rame banget soalnya…tempat paling asyik itu buat kumpul bareng keluarga maupun teman… πŸ™‚

  2. evrinasp Balas

    aku mentok masih sampe semarang, mbah ku di sana, pengen kapan2 ke cepu sampai bojonegoro juga

  3. Fahmi Anhar Balas

    sudah hampir 3 tahun saya tinggal di Semarang, yang saya suka dari kota ini hanyalah akses transportasi ke stsiun kereta api dan bandara begitu mudah dan dekat. beda dengan ketika saya tinggal di Magelang, repot kalau mau naik kereta atau pesawat karena harus ke Jogja dulu.

    tapi yang kurang suka dari Semarang adalah tata kotanya dan panasnya haha

    • Fajar Rois Ardiansyah Balas

      hehehe iya mas fahmi kota ini memang paling mudah aksesnya…tapi ya itu panas dan banjir rob nya…tapi banjir khusus yang bagian semarang bawah…
      tapi ngomong2 skrg masih tinggal di semarang ndak? πŸ˜€

  4. Timo Balas

    Sering ke Semarang, tp malah blm pernah naik BRT, seringnya naik ojek online wkwk πŸ˜€

  5. bersapedahan Balas

    saya suka daerah kota tua semarang …. coba kalau di urus dan di kelola dengan baik … pasti jadi tempat wisata favorit

    • Fajar Rois Ardiansyah Balas

      iya gan…apalagi di kota tua semarang banyak sekali bangunan yang seharusnya bisa dimanfaatkan dan difungsikan dengan baik πŸ™‚
      nah dari hal itu bisa dijadikan tempat wisata yang dapat menarik perhatian wisatawan πŸ™‚

  6. Elisabeth Murni Balas

    Dulu kalo nggak salah juga ada Kereta Api Semarang-Solo, Banyubiru namanya. Tapi terus nggak aktif. Saya baru tau malah kalau sekarang ada kereta yang melayani Semarang – Solo lagi, tapi kok jadwalnya cuma sehari sekali ya. Jadi nggak bisa tektok dong, kudu nginep.

    • Fajar Rois Ardiansyah Balas

      iya mbak dulu juga sempet ada kereta api Pandanwangi yang melayani rute yang sama. Iya sih mbak emang itu masalahnya kereta api kalijaga yang cuma sekali PP semarang-solo dalam satu hari. Jadinya ya musti nginep terlebih dahulu.
      terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak mbak Elisa di roiz.web.id πŸ™‚
      salam kenal..

  7. Elisabeth Murni Balas

    Dulu kalo nggak salah juga ada Kereta Api Semarang-Solo, Banyubiru namanya. Tapi terus nggak aktif. Saya baru tau malah kalau sekarang ada kereta yang melayani Semarang – Solo lagi, tapi kok jadwalnya cuma sehari sekali ya. Jadi nggak bisa tektok dong, kudu nginep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *